{"id":60,"date":"2026-08-27T08:29:44","date_gmt":"2026-08-27T08:29:44","guid":{"rendered":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/?p=60"},"modified":"2026-09-21T08:20:00","modified_gmt":"2026-09-21T08:20:00","slug":"tak-perlu-msg-ini-cara-membuat-mpasi-tetap-gurih-dan-disukai-si-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/2026\/08\/27\/tak-perlu-msg-ini-cara-membuat-mpasi-tetap-gurih-dan-disukai-si-kecil\/","title":{"rendered":"Tak Perlu MSG, Ini Cara Membuat MPASI Tetap Gurih dan Disukai Si Kecil"},"content":{"rendered":"\n<p>Banyak orang tua masih ragu menambahkan rempah ke dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI). Padahal, berbagai rempah dan bumbu dapur alami dapat membantu memperkaya rasa, aroma, dan tampilan makanan tanpa harus bergantung pada gula, garam, maupun penyedap rasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan RI, MPASI sebaiknya dibuat dari bahan pangan alami dengan cita rasa asli makanan. Rempah dapat dikenalkan secara bertahap untuk membantu bayi mengenal beragam rasa sejak dini. Berikut beberapa rempah yang dapat dimanfaatkan dalam MPASI.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bawang Putih dan Bawang Merah, Penambah Rasa Alami<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bawang putih dikenal mampu memberikan cita rasa gurih alami (umami) pada masakan. Sementara itu, bawang merah menghasilkan rasa manis alami setelah dimasak karena kandungan gula alaminya mengalami proses karamelisasi. Keduanya dapat digunakan sebagai bumbu dasar MPASI sehingga makanan terasa lebih lezat tanpa perlu tambahan MSG, gula, maupun garam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jahe dan Daun Salam untuk Mengurangi Bau Amis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagian bayi menolak makan karena aroma amis dari ikan, daging, atau hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasinya, orang tua dapat menambahkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jahe, yang membantu menyamarkan aroma amis sekaligus memberikan aroma hangat.<\/li>\n\n\n\n<li>Daun salam, yang membuat kuah maupun kaldu menjadi lebih harum.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Rempah-rempah tersebut digunakan sebagai penyedap alami dan biasanya diangkat kembali setelah proses memasak selesai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kunyit dan Kemiri Membuat MPASI Lebih Menarik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain rasa, tampilan makanan juga dapat memengaruhi minat makan anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pilihan rempah yang bisa digunakan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kunyit, memberikan warna kuning alami sehingga makanan tampak lebih menarik.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemiri, yang menghasilkan tekstur lebih kental dan rasa gurih alami setelah dimasak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kemiri sebaiknya dimasak hingga matang sebelum dicampurkan ke dalam MPASI.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pala dan Serai Menambah Aroma Masakan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memperkaya aroma, orang tua juga dapat menggunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pala, yang memberikan aroma hangat khas dalam jumlah sangat sedikit.<\/li>\n\n\n\n<li>Serai, yang menghadirkan aroma segar menyerupai lemon pada kaldu atau olahan daging.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penggunaan rempah secukupnya dapat membantu memperkaya pengalaman sensorik bayi tanpa mendominasi rasa makanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bayi Sudah Belajar Mengenal Rasa Sejak Dalam Kandungan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bayi mengenali rasa sebenarnya mulai berkembang sejak masih berada di dalam kandungan. Bakal indra pengecap (taste buds) mulai terbentuk sekitar minggu ke-8 kehamilan dan menjadi semakin aktif pada sekitar minggu ke-14, sehingga janin mulai terpapar berbagai senyawa rasa dari makanan yang dikonsumsi ibu melalui cairan ketuban. Paparan rasa yang beragam ini diduga dapat memengaruhi preferensi makanan anak setelah lahir. Karena itu, memperkenalkan berbagai rasa alami melalui MPASI dapat menjadi salah satu cara membantu anak lebih mudah menerima variasi makanan saat tumbuh besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rempah Aman, Asalkan Digunakan dengan Tepat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Para ahli menegaskan bahwa rempah pada MPASI bukan untuk membuat makanan menjadi pedas, melainkan memperkaya rasa dan aroma.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang tua disarankan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan rempah dalam jumlah sedikit.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperkenalkan satu jenis rempah baru secara bertahap.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghindari penggunaan bumbu instan yang tinggi garam atau penyedap.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengamati kemungkinan reaksi alergi atau intoleransi setelah mengenalkan bahan baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan cara tersebut, bayi dapat belajar menikmati cita rasa alami makanan sejak awal masa MPASI.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) \u2013 Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).<\/li>\n\n\n\n<li>Kementerian Kesehatan RI \u2013 Buku Resep MPASI (Makanan Pendamping ASI).<\/li>\n\n\n\n<li>Kementerian Kesehatan RI \u2013 Panduan MPASI yang Tepat untuk Cegah Stunting.<\/li>\n\n\n\n<li>Ustun, B., dkk. Psychological Science (2022), mengenai perkembangan sistem pengecap janin dan paparan rasa selama kehamilan.<\/li>\n\n\n\n<li>World Health Organization (WHO) \u2013 Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang tua masih ragu menambahkan rempah ke dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI). Padahal, berbagai rempah dan bumbu dapur alami dapat membantu memperkaya rasa, aroma,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":61,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4],"tags":[],"class_list":["post-60","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","category-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60\/revisions\/77"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/f1course.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}